Makalah

28 02 2011

BAB I
PENDAHULUAN
A.Sastra,Kehidupan dan Kemanusiaan
Karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai media alternative yang dapat menghubungkan kehidupan manusia masa lampau,masa kini,dan masa yang akan datang,tatapi juga dapat berfungsi sebagai bahan informasi masa lalu yang berguna dalam upaya merancang peradaban manusia ke arah kehidupan yang lebih baik dan bergairah di masa depan.
Sastra adalah institusi social yang memakai medium social.Para pakar beranggapan bahwa teknik-teknik pakar tradisional seperti simbolisme dan matra bersifat social karena merupakan konvensi dan normal masyarakat.
Disisi lain disadari pula bahwa sastratidak lah secarah tepat mencerminkan situasi social pada kurung waktu tertentu karena pengertian ini keliru,begitu pula kalau dikatakan bahwa sastra menunjukan beberapa aspek realitas social,ungkapan ini juga terlalu dangkal dan samar.Pengertian yang mungkin lebih memadai adalah bahwa sastra mencerminkan dan mengekspresikan pengalaman dan pandangannya tentang hidup,meskipun kehidupan dan zaman yang diekspresikan tidak secara konkret atau menyeluruh
Atas dasar kenyataan sastra seperti itu,Tomars mengatakan bahwa lembaga estetik tidak berdasarkan lembaga social,bahkan bukan dari lembaga social.Lembaga estetik adalah lembaga social dari satu lembaga tertentu ,dan sangat erat berkaitan dengan tipe-tipe lainnya(“Esthetic institutions are not based upon social istututions : Thay are not one type and intimately interconnected with those other”).
Salah satu bentuk karya sastra pramodern yang sering dijumpai adalah cerita rakyat,ada yang hidup dan berkembang dalam tradisi lisan dan ada dalam tradisi tulis.Cerita rakyat adalah suatu cerita yang pada dasarnya disampaikan oleh seseorang kepada orang lain melalui penituran lisan (oral tradition )atau tertulis (literaty tradition).
Hubungan antara sastra lama (cerita rakyat) dengan aspek sosiokultural masyarakat penciptanya amat erat.Penelitiaan Andrew Lang,,Mac Culloch,dan hartland misalnya,berhasil mengungkapkan bahwa cerita rakyat merupakan lukisan perjuangan hidup dan pengalaman masyarakat lama.
Eratnya hubungan antara karya sastra lama dengan masyarakatnya terkadang disebabkan oleh pokok masalah yang menjadi bahan cerita dalam sastra lama berbaur atau tidak ada pemisah yang tegas antara yang imajinatif dengan yang historis. Kenyataan ini t entunya sangat berbeda dengan sastra madern yang oleh masyarakat pembaca dipahami sebagai sesuatu yang imajinatif,sehingga tidak perlu dilakukan pembenaran dengan sesuatu yang sesungguhnya terjadi di dunia nyata.
Pada masa yang  lebih  awal,sastra sering kali dilafalkan dan dinikmati secara bersama-samaoleh segenap anggota masyarakat sehingga penyimpangan yang jauh dari norma dan konvensi sastra tidak mungkin terjadi.Meskipun demikian,patut pula dimaklumi bahwa justru bentuk sastra yang paling ketat syarat dan kaidahnya sering kali memberikan kemungkinan untuk memamerkan kreatifitas si seniman .sehubungan denagan masalah ini, Lotman mengemukakan bahwa dalam kebudayaan tradisional terdapat “aesthetic der identital “ (estetik persamaan ),nilai seni tidak terikat keorisinilan (Teeuw,1989).
Sehubungan dengan kondisi sastra Indonesia yang demikian ita , Teeuw (1989) mengemukakan bahwa sastra modern Indonesia  adalah sastra yang memang memperlihatkan gejala kemodernan dengan sifat-sifat: individual,kritis,ingin menciptakan yang baru,dan revolusioner,sedangakan dipihak lain kritik sastra belum berkembang.
Sastra dalam arti modern masih merupakn gejala pinggiran (marginal) jalan yang nampaknya buntu ini juga terjadi di Eropa, Australia, serta Jepang.dan satu-satunya kemungkinan untuk menembusnya ialah kerja sama dan pembagian tugas antara serjana atau kritikus,guru,dan dengan seniman.
B. Apa itu strukturalisme?
Dalam pandangannya , Scholes (1947) Menjelaskan bahwa strukturalisme merupakan sebuah tanggapan terhadap kebutuhan.Caudwell menyatakan bahwa stukturalisme merupakan sebuah sisitem yang koheren dan mampu mempersatukan ilmu-ilmu modern yang bisa mengatur dan mengolah dunia menjadi lebih baik. Dan layak untuk dihuni oleh manusia. Juga Caudwell menganggap bahwa marxisme mampu memenuhi hal tersebut.
Marxisme merupakn sebuah ideologi , sedangkan strukturalisme saat ini hanya dianggap sebagai metodelogi yang mempunyai implikasi-implikasi ideology.strukturalismemerupak sebuah metode yang mencoba mencari atau meneliti penyatuan seluruh ilmu kedalam suatu system kepercayaan baru.
Marxisme dan strukturalisme memberika nilai tertentu dalam tanggapannya, terutama yang berkaitan dengan masalah ipistimologi,khususnya relasi subjek kemanusu=iaan dengan persepsinya dan sisitem ligustik,demikian pula dengan dunia objektif.
Marxisme dan srukturalisme merupakan reaksi terhadap ketidakpuasan kaum modernis,meskipun diantara mereka terhadap pertentangan,mereka mampu member  pandangan  ilmiah tentang dunia nyata.yang dapat dimengerti.Dalam arti yang luas strukturalisme merupakn sebuah cara pandang terhadap kenyataan dalam relasi antar hal atau benda,tatapi bukan dalam bentuk  individu.Hal ini sesuai pendapat Wittggenstein  bahwa dunia merupakantotakistas sejumlah fakta,bukan benda-benda,dan fakta-fakta tersebut berada dalam keadaan :
a.    Objek-objek berdad dakam j=keadaan yang pasd satu sama lain, seperti rangkaian rantai .
b.    Obej-objek berhubungan tetap satu sama lain
c.    Dengan cara yang tepat  objek-objek dihubunhkan dengan keadaan yang merupakan struktur  keadaan(State of affaeres) itu sendiri.
Tampaknya dalam masa ini ada kecenderungan pada setiap disiplin ilmu untuk mengubah atomisme kearah strukturalisme,dan dari paham individualisme kerah universalisme.Kecenderungan tersebut dapat dilihat misalnya dalam ilmu fisika,biologi,psikologi,ekonomi,dan sebagainya.
Tujuan akhir kritik serta menurut Paulet adalah berusaha bagaimana kita biasa sampai pada pengetahuan yang paling dekat denagan realitas dengan cara yang kritis. Untuk sampai pada tujuan tersebut,perlu dilakukan pengrasaan kembali,pemikiran kembali,pengimajian kembali,pikiran tersebut dari dalam.
Kritik serta intersubjektif ini jika dilihat sifat atau jenis interpretasinya menurut beberapa pakar disebutnya dengan istilah Hermeneutika,terutama oleh Poulet,Ditheny,dan Spitzer. Menurut Gerard  Paulette,strukturalisme dengan meneliti teks-teks sastra secara reduktif terpotong-potong untuk melihatn struktur dasar dasar yang membangunnya,sebab cara ini akan menghilangkan substansi dasar karya sastra bersangkutan.
Dalam tulisannya,Saussure mengembangkan dasar-dasar konseptual analisis structural dalam bidang linguistic.Ia membedakan atas tiga tingkat aktivitas bahasa,yaitu :’langage’, ‘langue’ ,dan parole’.Langage merupakan potensi kebahasaan,langue merupakan potensi kebahasaan,langue merupakan system bahasa,sedangkan parole merupakan ujaran/ungkapan individual.menurut Saussure ,objek-objek utuma studi linguistic adalah sisitem bahasa yang merupakan produk masyarakat yang bersifat konvensional.
Menurut ulasannya,Saussure membagi sarana-sarana konseptualuntuk mendeskripsikan system tersebut beserta unsure-unsurnya.Dian mendefinisikan ulang unsure dasar struktur bahasa yaitu tanda. Tanda memiliki dua aspek yaitu signifian dan signifie,yaitu penanda dan petanda.
Setiap fenomena khusus dalam bahasa dapat diuji dengan dua cara,yaitu fenomena dapat dilihat sebagai bagian dari sebuah itu sendiri,atau sebagai bagian  dari rangkaian sejarah fenomena yang saling berhubunagan.
Di bidang sastra,Jacobson  mengembangkan sarana analisis sastra yang disebutnya ‘polaritas’ (perlawanan) dalam tindak kebahasaan yang cakup penting dalam puitik strukturalis.sebuah kecenderungan baru muncul pada formalisme Rusia yang dalam sejarah perkembangannya diketahui berkaitan dengan strukturalisme.Disamping itu,Tomashevsky juga mengembangkan adanya motif dalam sebuah karya yng merupakan unit-unit tematik yang tidak dapat dibuang dalam cerita sebagai totalitas yang utuh.Prinsip penyusunan motif ini disebut ‘motivasi’,yaitu pencocokan realitas objektif dengan tradisi sastra.
Selain hal di atas,Tomashevsky kemudian membedakan jenis motif,yaitu motif,yaitu motif terikat dan motif bebas,motif statis dan motif dinamis;prbedaan pengaruh nilai motif terhadap plot dan cerita;perbedaan jenis narrator;perlakuan waktu dan tempat ;perbedaan jenis tokoh dan karakter;variasi sarana plot;serta relasi sarana-sarana tersebut terhadap dua jenis fiksi umum.
Anggapan terakhir ini juga sangat berpengaruh terhadap konstruksi teori fiksional kaum formalis yang mencoba membedakan dua aspek naratif,yaitu cerita dan plot.
Visi Strukturalisme dalam fiksi kontenporer telah membuka kesadaran baru tentang sifat bahasa dan proses pemikiran terhadap universitas kemanusiaan.
Bagi penulis fiksi mereka menciptakan sistematiaka yang kompleks,kemampuan mereka mengembangkan ide dan kebiasaan kaum strukturalisme bukanlah suatu hal yang luar bisa bagi kita,adanya kecenderungan pafda mitologi oleh penulis dan kritikus merupakan aspek perkembangan strukturalis secara umum dalam fiksi.
Perubahan viksi terhadap manusia yang ditemukan pada fiksi kontenporer cukup mempengaruhi pandangan manusia terhadap ideology.Hal tersebut dapat dilihat pada setiap aspek keberadaan manusia,termasuk aspek politik.
Eksisterisialisme telah melahirakan  sebuah etika yang menggantikan kebebasan dan pilihan utama sebagai pengendalian kondisi,kemanusiaan,dengan mengkombinasiakan  politik marxis dan freudianisme untuk membangun visi masa depan yang dapat menjamin kebebasan manusia,kesamaan,serta memanusiakan manusia .
Eksistensialisme berasumsi bahwa manusia ada dalam sejarah,menyongsong masa depan yang lebih baik melalu cara progresif.sedangkan strukturalisme berasumsi bahwa manusia adalah sebuah system yang tidak perlu diarahkan untuk memperoleh keuntungn tertentu.
Pertentangan antara eksistensialisme dan strukturalisme juga erat hubungannya dengan masalah aliran dalam sejarah fiksi. Hal ini dapat dilihat pada beberapa novelis serius dalam beberapa decade terdahulu yang mencoba mengembangkan tkhnik serta nilai dari eksistensialisme dalam kritik sastra dengan maksud untuk keluar dari garis serta konsep strukturalisme.Dalam novel misalnya,Martin Lynch-Gibbon harus menerapkan pandangan  pengikut Freud atau Sartre menyangkut ingkarnasi Medusa,dia membuat suatu perkembangan yang cukup eksistensial dalam menerapkan prinsip dalam mencapai cintanya.
Kalau kita menelaah lebih jauh mengenai adanya hubungan antara strukturalisme dengan cinta,hal ini mungkin dapat kita temukan pada pernyataan kaum strukturalis,misalnya Piaget atau Barthes yang memandang strukturalisme sebagai sebiah aktifitas atau metode,dan bukan sebuah ideology,meskipun Scholes mengakui bahwa setiap metode pada dasarnya mengimplikasikan ideology tertentu(seldan,1986)
Lebihan lanjut jika dilihat dari segi perkembang imajinasi sastra sastra,hal ini  ini berkembang dari eksistensialis sampai pada strukturalis.Kegagalan pemerintah kita sekarang dalam membina masyarakat kea rah kerja sama yang tersistem itu,tampaknya telah membawa pengaruh terhadap imajinasi kita.
Dari kondisi demikian,maka imajinasi structural harus mampu menolong kita untuk hidup di masa depan secarah lebih baik.
C.Hubungan Strukturalisme dengan Hermeneutika
Pendekatan objektif (nama lain,pendekatan struktur/structural) sudah cukup lama masa pertumbuhannya.Aristoteles dalam bukunya yang berjudul Poetika,yang ditulis sekitar tahun 340 masehi di Athena,meletakkan dasar yang kuat untuk pandangan yang menganggap karya sastra sebagai struktur yang otonom.
Komposisi plot yang teratur dan logis ,ruang lingkup yang cukup luas,kesatuan dan keterkaitan plot disebutkan Aristoteles sebagai syarat utama,khususnya untuk tragedy;tetapi syarat yang sama pada prisipnya berlaku pula untuk epikdan untuk seni kata umumnya sebagai tolok ukur karya yang bernilai .Kita selalu mencoba memahami fungsi anasir.Anasir atau peristiwa dalam sebuah cerita dalam rangka keutuhan plotnya,dan sebaliknya kita membina interpretasiplot atau dasar pengikutsertaan sebanyak mungkin anasir cerita.
Teori aristoteles ini menjadi acuan  sebagai konvensi dasar seni sastra universal oleh para ilmuwan sastra dan sastrawan,maupun para pembaca di barat dan kemudian menyebar ke negara – negara berkembang.
Dalam perkembangannya,Abrams (pradotokusuma,1989) dalam sejarahnya pendekatan kritis terhadap karya sastra  dapat di kelompokan kedalam empat aliran,yaitu:
1)    Pendekatan mimatik,yang menitikberatkan,kemestaan;orientasi mimetic memandang karya sastra sebagai tiruan,cerminan,ataupun representasi alam maupun kehidupan.
2)    Pendekatan pragmatic,yang menitik beratkan pembaca;orientasi pragmatic memandang karya sastra sebagai sarana untuk mencaoai tujuan pada pembaca(tujuan keindahan,jenis-jenis emosi,ataupun pendidikan).
3)    Pendekatan ekspresif,yang menitikberatkan penulis;dan orentasi ekspresif memandang karya sastra ekspresi,luapan,ucapan perasaan sebagai   hasil imajinasi pengarang,pikiran-pikiran ,dan perasaannya.
4)    Pendekatan objektif,yang menitik beratkan karya sastra itu sendiri,orientasi objektif,memndang karya sastra sebagi sesuatu yang mandiri,otonom,bebas dari pengarang,pembaca,dan dunia sekelilinganya.
Dilthey beranggapan bahwa untuk menaggapi karya sastra secara objektif haruslah berdasarkan teks karya sastra itu sendiri.
Strukturalisme memiliki tempat yang istimewa dalam studi sastra ,berkat usahanya menemukan sebuah model system sastra sebagai acuan eksternal untuk karya individual, dan selalu berusaha menemukan dasar studi sastra seilmiah mungkin. Karya sastra itu merupakan struktur makna atau struktur yang bermakna.Hal ini menunjukkan bahwa karya sastra itu merupakan system tanda yang mempunyai makna dengan mempergunakan medium bahasa.
Sehubungan dengan teori di atas, Hawkes mengemukakan bahwa dalam analisis sastar haruslah dapat dipahami sebagai bagian dari keseluruhan.
Kritik striktural-semiotik memandang karya sastra sebagai sebuah lembaga otonom dalam batas intrinsiknya, tetapi disisi lain juga karya sastra diakui sebagai  tanda (signe) yang mengacu pada makna semantic teks,dan kebermaknaannya itu memiliki relevansi atau keterkaitan denagn  aspek  sosiokultural masyarakat dalam batas ekstrinsik.
Karya sastra merupakan sebuah struktur yang kompleks.oleh karena itu,memahami karya sastra maka haruslah dianalisis,namun sebuah analisis yang tidak tepat hanya akan menghasilkan kumpulan fregmen yang tak saling berhubungan.

BAB II
A.Teori Pengkajian Puisi Jacobson, Riffaterre,dan Todorov
Teori fungsi puitiknya telah mencoba menawarkan enam unsur utama dalam setiap tindak ujaran. Unsur- unsur tersebut adalah : Pengirim, penerima, pesan, konteks, kontak, dan kode (Scholes,1973,Eagleton,1984).
Puisi dibatasi sebagai proyeksi bahasa dari sumbu metaforik dan paradigmatic dalam bentuk verbal ke dalam sumbu metonomik atau sintangmatik Penyair memanfaatkan system paradigmatic secara berbeda dengan pembicara biasa. Dia menggunakan istilah konteks untuk merujuk kepada subjek atau referensi sebuah ujaran, namun dalam puisi hal ini menjadi pembahasan ganda. Konteks dalam puisi bersifat verbal sehingga kode itu sendiri dapat menjadi konteks.
Dalam analisis semiotisnya, Jacobson berusaha membedakan pemakain bahasa atas enam fungsi, salah satu di antaranya yakni fungsi puitik seperti disebutkan terdahulu. Menurutnya, fungsi itu tidak biasa terdapat secara terosilasi; dalam pemakaian bahasa mana pun juga biasanya salah satu dari enam fungsi itu dominan , tetapi fungsinya yang lain pun selalu hadir  secara sampingan.
Demikian pula dalam hal puisi (Jacobson) khususnya membicarakan puisi sebagai bentuk sastra yang paling khas dan tipekal) Fungsi puitiklah yang dominan.dalam fungsi puitik bukanlah referensi acuan luar ungkapan bahasa itu penting .tetapi kata, pemakaian bahasa itu sendiri yang penting;bahasa yang menjadi pusat perhatian walaupun fungsi – fungsi lain bukan tidak ada dalam puisi.
Kenyataan menunjukan bahwa Jacobson dan lavi – Strauss dalam analisisnya tehadap puisi Charles Baudelaire yang berjudul Les Chats, eseinya dengan teliti mengklasifikasikan  ciri-ciri kesastraan serta peringkat-peringkat puisi tersebut dalam tataran semantik, sintaksis, dan fonologinya. Hingga ke fonem-fonem tertentu.
Pada kenyataanya,tidak satu pun teori yang muncul dapat memuaskan semua pihak. Ini semua merupakn aksioma bahwa ilmu tidak pernah berhenti dalam usaha mencari atau menemukan kebenaran,dan kebenaran itu pun sanagat berngantung pada situasi dan kondisi zamannya.Sedangkan Rifeterre mengemukakan bahwa tidak ada hubunagan yang mekanis dalam interpretasi puisi.Dia beranggapan bahwa linguistic struktural harus disesuaikan sehingga dapat dimanfaatkan dalam analisis puisi,dan ia hanya menekankan unsure pesan dan penerima karena hanya pesan dan penerimalah yang merupakan factor yang terlibat dalam komunikasi yang kehadirannya cukup penting.
Konsep superreder yang dikembangkannya memiliki dua aspek,yaitu kegandangan dan kehampaan. Menurutnya,puisi adalah pemakain bahasa yang khusus.
Riffeterre memperkembangkan teorinya dalam bukunya berjudul semiotics of poetry (1978), di dalamnya ia mengatakan bahwa pembaca yang berkompeten melampaui arti permukaan.
Pendekatan yang diterapkan oleh Michael Riffeterre jau lebih sesuai dalam pembacaan puisi yang sukar dan bertentangan dalam tata bahasa atau semantic yang normal.
Selain dari teorin yang telah dikemukakan di atas,dalam hibungan dengan analisis astra (puisi). Todorov mengatakan bahwa secara umum dipahami bahwa teks sastra yang ada dalam sejarah dapat didekati dalam sejumlah cara bergantung pada tujuan apa seseorang mendekati sastra tertentu. Selanjutnya, Todorov mengajukan tiga asumsi utama terhadap kritik deskriptif,yakni:
1)    Deskripsi mengasumsikan bahwa kategori wacana sastra bersifat tetap.
2)    Deskripsi mempertahankan kategori linguistic sebuah teks secara atomis berhubungan denagn tingkat kesastraan.
3)    Bagi deskripsi,tatanan elemen dalam sebuah teks tidak terlalu penting,deskripsi cenderung menurunkan struktur puitika dalam bentuk spasia(ruang / tempat).

Shelley dalam bukunya ‘the fence of poetry ‘ membicarakan sifat dasar bahasa dan hubungannya dengan aktifitas manusia dalam hal ini.Ia melihat bahwa manusia sebagai makhluk social mencoba melakukan aktivitas  yang ber[pengruh pada kebiasaan verbal atau kebahasaannya.Menurutnya,puisi merupakan bentik karya seni yang menekspresikan imajinasi secara lansung dengan memanfaatkan bahasa.Ia juga manfaatkan teori imajinasi romantic sehingga ia mampu melihat sifat dasar bahasa.
B.Pengertian/Batasan Puisi
Puisi merupakan salah satu bentuk (gender) sastra yang berbeda dengan bentuk prosa atau drama. Sebagai salah satu bentik karya sastra,puisi pun terdiri dari beberapa jenis.Beberapa rumusan mengenai puisi ditinjau dari berbagai pendekatan dikemukakan oleh semi antara lain: sebuah pandangan dikemukakan oleh Mulyana berdasarkan pendekatan psikolinguistik,ia menyimpulkan bahwa puisi adalah sistesis dari berbagai peristiwa bahasa yang telah tersaring semurni murninya dan berbagai proses jiwa yang mencari hakikat pengalamannya,tersusun dengan system koresponsidalam satu  bentuk.Worsworth dalam tulisannya yang didasarkan pada pendapat struktur mengatakan bahwa puisi adalah kata-kata terbaik dalam susunan terbaik.
Selain pandang di atas ,pandangan lain menjelaskan bahwa puisi adalah seni peniruan atau symbol bicara yang bertujuan untuk mengajar atau kesenangan.
Pandangan pada pakar yang bersumber dari berbagai sudut pandangan seperti dikemukakan diatas,tentunya dapat memberi gambaran bahwa betapa luas jangkauan batasan semacam itu.
Dalam pandangan structural,secara garis besar puisi dapat dibagi kedalam dua bagian,yaitu struktur fisik atau metode puisi;dan struktur batin atau hakikat puisi.
1.Struktu fisik atau metode puisi
Struktu fisik puisi meliputi diksi,pengimajian,kata konkret,bahasa figurative(majas),verifikasi,dan tata wajah.
Diksi(pilihan kata) sangat penting bagi penyair.Penyair harus cermat memilih kata,sebab kata yang ditulis dipertimbangkan maknanya,komposisi bunyi dalam rima dan irama,kedudukan kata itu di tengah konteks kata lain,dan kedudukan kata dalam keseluruhan puisi.
Pengimajian adalah kata atau susunan kata yang dapat mengungkapkan pengalaman sensoris,seperti penglihatan,pendengaran,dan perasaan.
Kata konkret adalah kata-kata itu dapat menyarangakan arti yang menyeluruh.
Bahasa figurative(majas) adalah bahasa yang digunakan penyair untuk mengatakan sesuatu dengan cra yang biasa,yakni secara lansung mengungkapkan makna.
Verifikasi(rima,ritma,dan metrum) rima adalah pengulangan bunyi dalam puis,ritma sangat erat berhubungan dengan bunyi juga berhubungn dengn pengulngan bunyi,kata frasa,dan kalimat,sedangkan metrum berupa pengulangan tekanan kata yang tetap.
Tatawajah adalah (TIPOGRAFI).Tata waja atau tipografi berkaitan erat dengan bentuk yang khas sebuah puisi.
2.Struktur Batin Atau hakikat Puisi
Struktur batin /hakikat puisi meliputi tema atau amanat (pesan),perasaan (feeling),nada,dan suasana.
Tema dalah gagasan utama (pokok pikiran) yang dikemukakan oleh penyair.
Amanat adalah hal yang mendorong penyair untuk menciptakan puisinya.Amanat umumnya tersirat di balik kata-kata yang tersusun dan juga berada dibalik tema yang ditentukan.
Perasaan (feeling) berkaitan dengan suasana perasaan penyair yang diekspresiak yang mungkin dapat dihayati oleh pembaca.
Nada dan suasana yaitu sikap penyair terhadap pembaca ,sedangkan suasana merupakan keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi atau akibat psikologis yang ditimbulkan sebuah puisi terhadap pembaca.

BAB III
TEORI SASTRA YANG RELEVAN DENGAN PENGKAJIAN PROSA FIKSI
A.Pikok –pokok Pikitan Tentang Narasi Prosa Fiksi
Proses pemanfaatan sastra bagi pengembangan strukturalisme sukar dijelaskan karena hampir semua teori sastra memanfaatkan sesuatu dari kesastraan.
Teori romantis tentang fiksi adalah sebuah aliran yang bekerja dengan prinsip sastra yang mengagumkan spontanitas luapan perasaan,sedangkan strukturalisme lebih mengarah pada reduksi teks-teks sastra ke dalam berbagai rumusan yang mati atau kaku.Disamping itu romantisme dan strukturalisme merupakan perkembangan pikiran yang kompleks secara konstan,sehingga menyulitkan untuk mengadakan kategori  dengan jelas.

B.Pengertian/batasa prosa Fiksi
Prosa fiksi adalah cerita dalam pengisahan dengan rangkaian cerita tertentu yang bertolak dari hasil imajinasi pengarangnya yang terjalin dalam bentuk cerita.Karya fiksi atau prosa fiksi dapat dibedakan dalam berbagai macam jenis yaitu roman,novel,atau cerpen.
Prosa fiksi dapat diartikan sebagai prosa naratif yang bersifat imajinatif,namun biasanya masuk akal dan mengandung kebenaran yang mendramatisasi hubungan antara manusia.
Berikut ini, akan dikemukakan pengertian atau batasan prosa fiksi,khusu novel dan cerita pendek(cerpen). Barasan berikut ini lebuh didasarkan pada dua hal,yakni pertimbangan menyangkut bntuk dan isi keduanya. Novel dan cerita pendek (cerpen) merupakan jenis karya fiksi yang berbeda.dalam ilmu sastra  pengertian novel disamakan dengan pengertian roman;sebab penggunaan istila roman hanya pengaruh sastra belanda pada zaman sebelum perang dunia di Indonesia.Digunakannya istilah roman disebabkan oleh satrawan Indonesia yang waktu itu pada umumnya dipengaruhi oleh sastrawan serta ilmuan Belanda.Digunakan di Inggris dan Amerika,sedangakan istilah Roman tidak dikenal,betapa pun menyangkut karya-karya besar karya Tolstoy perang dan damai,diterjemahkan kedalam bahasa inggris juga disebut novel walaupun di Rusia dinamai Roman.
Novel dan cerpen merupak bentuk kesusastraan yang secarah berbandingan adalah  baru.Dia baru dikenal di masyarakat kita sejak kira-kira setengah abad yang lalu.Di Negara barat juga masih baru jika di bandingkan dengan bentuk-bentuk yang lain,seperti puisi yang dikenal sejak dua ribu tahun yang lalu.
Novel di Indonesi secara resmi muncul setelah terbitnya buku berjudul sijamin dan si johan,tahu 1919 karangan Marari Seregar,yang merupan saduran dari novel Belanda. Selanjutnya, pada tahun berikutnya terbit novel Azab  dan Sengsara pleh pengarang yang sama;sejak itu,mulailah berkembang sastra fiksi yang dinamai novel ini dalam Khasanah sastra di Indonsia.
Cerita pendek lebih utama menjabarkan karakter lewat rentetan kejadian dari pada kejadian itu sendiri satu persatu.Apa yang terjadi di dalamnya lasim merupakan suatu pengalaman atau penjelajahan dan reaksi mental itulah yang pada hakikatnya disebut cerpen ( Hurip 1979).
Sebuah cerpen pada dasarnya menyajikan perwatakan-perwatakan yang jelas pada tokoh cerita. dariSang tokoh merupakan ide sentral dari cerita;cerita bermula pula dari sang tokoh dan berakhir pada nasib yang menimpa sang tokoh itu.
Cerpen,dalam kesingkatannya akan trrgambar pertumbuhan psikologis para pelaku cerita berkat perkembangan alur cerita itu sendiri.Jadi,cerpen merupakan pilihan sadar para sastrawan;ia merupakan bentuk sastra yang berdaulat penuh,bukan hasil dari belum mampunya seseorang menulis novel tebal; Cerpen sesungguhnya lengkap dan selesai sebagi suatu bentuk karya fiksi.
Iwan Simatupang beranggapan bahwa pengarang cerpen hanyalah member kearah saja.Cerpen adalah arah saja,yang menunjukan ke (satu atau beberapa)arah lainnya.Dlam pernyataannya Culler,(1975) menjelaskan bahwa kalau sekitarnya cerita rekaan merupak suatu system,maka subsistem yang terpenting adalah alur (plot),tokoh(penokohan),dan tema atau amanat.menurutnya,ketiga subsistem utama tersebut berkaitan erat antara satuy dengan yang lainnya.
1.Teori Tentang Alur (plot)
Bila kita berpandangan bahwa karya sastra adalah sebuah struktur,maka plot atau alur harus mempunyai suatu keutuhan.(wholeness)oleh sebab itu, jalinan berbagi unsure atau berbagi peristiwa sebaiknya dianalisis fungsinya dalam kerangka keutuhan plotnya.
Untuk memahami alur dengan baik menurut Forster,dibutuhkan inteligensi dan daya ingat atau memori (intelligency and memory)yang kuat.Dalam sebuah novel (cerita narasi),ada kejadian atau fakta yang terorganisir dan bersifat korespondensi,tetapi juga ada unsure yan surprais atau bersifat misteri dalam sebuah alur.dalam bukunya yang berjudi ‘’The consept of plot” Crene mengemukakan bahwa meskipun da pandangan yang mengatakan bahwa alur sebuah novel merupakan bentuk perpaduan bagian-bagian oleh penulis tentang elemen – elemen dari aksi atau tindakan,karakter,dan pikaran sebagai bahan yang ian ciptakan.
Dilihat dari sudut tekhniknya alur dapat digolongkan kedalam beberapa jenis,yaitu: alur logis dan alur kronologis serta alu linear dan alur tidak linear ( zigzag)alur logis adalah sebuah teknik pengaluran yang mengutamakan pertimbangan aspek kausalitas sebuah peristiwa dalam cerita.model pengaluran seperti ini biasanya lebih menonjolkan kaitan-kaitan peristiwa dalam hubungan sebab akibat;narasi yang disusun denagn alur logis akan memudahkan pembaca dalam menemukan dasar-dasar munculnya konflik serta langkah yang dipilih pengarang dalam penyelesaian ceritanya.
2.Teori tentang Tokoh dan Penokohan
Yang dimaksud tokoh adalah individu rekaan yang beraksi atau mengalami berbagai bentuk peristiwa dalam cerita,baik peristiwa fisik maupun peristiwa yang bersifat batiniah.Memahami karya sastra biasanya kiata gali maelalui strukturnya;dan melalui tokohnya akan kita pahami karya sastra itu secarah menyeluruh.
Tokoh dalam karya sastra adalah manusia yang ditampilkan oleh pengarang dan memiliki sifat-sifat yang ditapsirkan dan memiliki sifat-sifat yang dikenali oleh pembacanya.Melalui apa yang mereka lakukan atau katakan.Tokoh dalam sebuah karya cerita biasanaya manusia;hewan juga pernah diperkenalkan tetapi tingkat keberhasilannya terbatas.karena tidak banyak yang dipahami menyangkut masalah psikologinya.
Tokoh dalam sebuah cerita biasanya memiliki sifat atau karakter tertentu sesuai fungsi yang ia perankan.Forster (1965),membagi dua karakter pelaku dalam cerita naratif,yitu flat –character dan round-character (tokoh datar atau Dwi –dimensionaldan tokoh bulat atau tri-dimensional). Sehubungan dengan masalah ini,pradotokusuma  menjelaskan bahwa dalam sebuah cerita,tokoh datar kadan disebut ‘tipe’ karena dibina seputar gagasan atau sifat tertentu sehingga mudah dipahami sifat-sifatnya.
3.Teori tentang latar
Berbagi peristiwa yang berlangsung dalam sebuah cerita,selalu terjadi dalam suatu radangwaktu dan pada suatu tempat tertentu.
Dlam sebuah cerita (narasi),waktu,tempat,dan atmosfer merupakan latar belakang di mana para pelaku menjalani kehidupan mereka.pada novel tertentu latar merupakn unsur yang amat penting,namun pada cerita yang lain unsure tersebut tidak penting.Latar tempat memiliki pengaruh yang demikian kuat terhadap personalitas/pribadi,aksi/tindakan,dan cara berpikir pada tokohnya.ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan dalam kaitannya dengan setting,yaitu; waktu,tempat,dan atmosfer.
4.toori tentang tema dan Amanat
Pengarang dalam menciptakan sebuah cerita rekaan,biasanya tidak hanya sekedar inin menyampaikan rentetan kejadian atau peristiwa dalam cerita begitu saja.Pencerita biasanya memiliki suatu konsep,ide atau pemikiran yan mereka kemas dalam ceritanya.Dalam pembahasan mengenai novel,Pradotokusuma(1992)mengemukakan dua pengertian tema (yunani:Thema) Dalam dua makna yaitu :
a)    Tema adalah gagasan sentral atau gagasan yang dominan di dalam suatu karya sastra ;
b)     Pesan atau nilai moral yang terdapat secara implicit didalam karya seni.
Seorang pengarang atau penulis biasanya memiliki tujuan moral atau tujuan umum dalam benaknya saat ia menulis novel.Pertanyaan yang sering muncul adalah bagaiman bentuk novel yang akan saat saya tulis?
Pengarang dalam mencipta sebuah cerita rekaan,biasanya tidak hanya sekedar ingin menyampaikan rentetan kejadian atau peristiwa dalam cerita begitu saja.
5.Teori Tentang Sudut Pandang (Point of View)/Fokus Pengisahan (Focus of Narration)
Menurut Brooks,Penggunaan suatu istilah dalam dua makna cukup membingungkan oleh karena itu,Ia menyarankan agar point of view digunakan untuk menyatakan gagasan atau sikap batin pengarang yang dijelmakan didalam karya sastranya. Adapun mengenai focus of Narratio,hal ini bertautan dengan pencerita dan kisahnya.
Brooks kemudian membedakan empat perwujudan focus pengisahan yaitu:
1)    Tokoh utama menyampaikan kisah diri;jadi,kisahan oleh tokoh utama dengan sorotan pada tokoh  utama pula;
2)    Tokoh bawahan menyampaikan kisah tentang tokoh utama ;jadi,kisahan oleh tokoh bawahan dengan sorotan pada tokoh utama
3)    Pengarang pengamat (observer-author)menyampaikan kisah;sorotan terutama pada tokoh utama ;
4)    Pengarang serba tahu(omniscient auther) menyampaikan kisah dari segala sudut,sorotan utama pada tokoh utama(Brooks,1980).
6.Teori Hubungan Sintangmatik(Teori sastra Mutkhir)
Dalam hubungan sintagmatik,salah satu unsur penting dalam certa adalah sekuen.Sekuan dapat diurutkan satu persatu dalam suatu urutan linear hubungan satu satuan cerita dengn satu satuan cerita lainnya disebut hunungan sintangmatik.Hubungan sintangmatik ini terbagi dua kategori,yaitu:pertama,fungsi,yang merupakan tulang punggung cerita yang terdiri dari yang mempunyai hubungan sebab akibat.Kedua,kata lisator yaitu satuan cerita yang berperang untuk melengkapi kata lisator hanya dapat mempunyai hubungan kronologis dengan satuan cerita lainnya.Segmentasi (Pemenggalan) Terhadap cerita bisa dilakukan dengan dua cara,yaitu yang bersifat:1) sekuensi,dan 2) episodic.
a.Teori Sekuensial
Sekunsial secarah umum adalah sebuah segmen dari teks yang membentik suatu koherensi sekeliling sebuah puasat kepentingan.Senkuen naratif berhubungan dengan suatu rangkain dari fakta yang mewakili suatu tahap dala evolusi aksi.
b.Teori episode
Episode adalah bagian dari teks yang membentuk cerita dan yang berintegrasi sebagai elemen dari cerita secarah keseluruhan sebuah teks dapat menunjukan beberapa transformasi.Episode merupakan salah satu cara pemenggalan peristiwa dalam narasi melalui tekhnik perubahan keadaan dari yang ada sebelumnya keadaan yang baru dan sedang bergerak.
1)    Transformasi hierarki
Sebuah cerita didasrakan atas sebuah trasformasi umum yang tampak jiak kita membandingkan keadaan akhir dan keadaan awal.
2)    Transformasi suksesif
Suatu cerita tiada mengan dung sebuah transformasi umumnya,melainkan suatu hasil dari transformasi pertama,membentik suatu keadaan awal  yang baru dimana transormasi berikut terjadi.

C.Teori Aktansial
Greimas (dalam aksa,1990),menunjukan bahwa sebuah cerita,apapun bentuknya mempunyai konfigurasi yang sama dari aktan yang didefininisan menurut hubungan (relasi) dan fungsi   yang diperankan dalam cerita.
Semua usaha kaum strukturalis yang menciba mende bentuk naratif dari sudukatit logika tanpa melibatkan unsur semantic tampaknya kurng berhasil,namun nampaknya usaha mereka menguji bentuk-bentuk khusus dengan memasukkan unsur legsikal dan sintaksis tanpa berkembang denagn baik.

7,Teori Hubunagan paradigmatic (Teori Sastra Mutakhir)
Hubunagn paradigmatic adalah hubungan antar unsure yang ada pada teks yang terika oleh hubungan sebab akibat,tetai merupak konsep yang tersebar didalam cerita dan saling melengkapi.Hubunagan paradigmatic terbagi dakam dua kategoti,yaitu:
1.    Indikator
Indikator selalu memiliki arti implicit.ia meniratkan suatu aktivitas yang terbaca.Ini berarti bahwa pembaca abelajr untuk memahami watak seseorang atau suatu keadaan .
2.Informan
Informan merupakan pemberian murni,dapat segera diartikan.Contohnya usia adri seorang tokoh,berperang dalam mengaun tintekan kenyataan dari referensi,Menanamkan fiksi dalam dunia nyata.

8.Teori tentang Tanda oleh Charles Sandar Peirce
Karya sastra dalam pandangan semiotic tidak lain dari sebuah teks yang terwujud dalam panduan berbagai tanda. Anggapan seperti ini juga dikemukakan oleh van zoest bahwa teks sastra secarah keseluruhan merupakn tanda dengan semua cirinya;bagi pembaca , teks sastra ini menggantikan sesuatu yang lain,yakni kenyataan yang dipanggil,yang fiksional.
Tanda-tanda bahasa adalah yang paling mahal dan  paling mencolok,dan palin sering dipelajari.
Khusu yang menyangkut ikonositas,Van zoest mengemukakan bahwa ikonositas yang fungsional tidak terbatas pada ikon topologis dan diagramatik.

BAB IV
A.Pengantar
Tanpa bermaksud mengabaikan berbagai perbedaan antara prosa,fiksi dan drama sebagai teks sastra,perlu pula dikemukakan bahwa dalam banyak hal keduanya memiliki banyak kesamaan dibanding perbedaan yang melingkupi keduanya.Pada dasarnya, prosa,fiksi dan drama memiliki bahan baku yang sama,yakni cerita. Hanya saja, cara menyampaikan keduanya yang berbeda. Prosa disusun dengan menempuh cara deskripsi atau pelukisan, Sedangkan drama disusun denagan teknik penyampain dalam bentuk dialog.
B.pengertian Drama
Kata drama berasal dari kata dramas dalam bahasa yunani,yang berarti suatu perbuatan atau kumpulan pertunjukan kehidupan seseorang.Dalam bahasa ingris,Kata drama ini dipandangDrama akan dengan kata action atau a thing done.Drama ini tidak lain dari pada life presentates  in action atau suatu segi kehidupan yng dihidangkan dengan gerak.
Drama adalah ragam bahasa sastra berbentuk dialog yang dimaksudkan untuk dipertunjukan diatas pentas. Secarah lebih khusus,drama lebih menunjukan pada lakon yang mempermasalahkan unsure filsafat.dan nilai susila yang agung dan besar;sandiwara ;lakon.Pandangan yang identik diungkapkan oleh Luxemburg (1989),secarah singakat bahwa drama terdiri atas ungkapan bahasa dan perbuatan para pelaku.
Drama adalah bentuk karya sastra yang merangsang gairah dan mengasyikkan bagi para pemain dan penonton sehingga sangat bdigemari masyarakat.
Drama sebagai karya sastra adalah teks yang terjelmah dalam wujud naskah(ceritanya).
c.Teks drama dan Teater
Dipandang dari sisi teks sastra,terdapat perbedaan antara naskah (script) drama dan lakon (play)drama.Dalam konteks ilmu sastra teks drama adalah bentuk tertulis dari carita drama.Hal ini dapat dianalogikan denagn kasus dalam dunia music,yaitu lakon adalah hasil perwujudan naskah yang dimainkan .
Istilah teater berasal dari yunani yaitu theatreon,yang diturunkan dari kata thearomi,yang mempuman,tteater memnyai arti takjub melihat atau memandang.Tetpi pada akhirnya didalam perjalanan zaman,teater mewakili 3 vpengertian.
1.sebagai gedung tempat pertunjukan, pnggung.sejak zaman sebelum masehi,Thucydides (471-348) menjelaskan bahwa teater bererti gedung tempat bpertunjukan sandiwara (drama) diadakan .Sedangkan tempat drama ini dimainkan dipertunjukan dinamakan pentas atau panggung.
2.Sebagai public atau auditorium.Pengertian ini dikenal pada zaman Herodotus(480-224).
3.Sebagai bentuk karangan Tonil(adhyasmara 1983).
Teks-teks drama dalam batasan sastra adalah semua teks yang bersifat dialog YANG ISINYA  membentangkan sebuah alur.Dengan demikian,teks drama disajikan (diperoyeksikan )dalam bentuk antarwacana (dialog),atau dalam bentuk Tanya jawab antarpelaku.
D.jenis-jenis drama
Seperti halnya gendre fiksi,drama juga megenal drama panjang dan drama pendek.Selanjutnya,dijelskan pula bahwa drama panjang biasanya terdiri atas tiga atau lima babak;mengandung cerita panjang,karakter yang beragam,dan juga sentting yang beragam pula.Jumlah tiga atau lima babk disesuaikan dengan tiga atau lima tingkatan plot cerita,yakni pengenalan,konflik,klimaks,penguraian masalah,dan penutup.Drama pendek hanya terdiri atas satu babak.Dalam satu babak itulah struktur  cerita dan tingkatan tadi diselesaikan (sumardjo dan Saini KM 1997).Menurutnya drama dapat dibagi atas empat jenis,tragedy,komedi, melodrama,trgikomedi,dan farce.
1.Drama Komedi
Tragedi adalah drama yang berakhir dengan menyedihkan,biasanya sesukar-sukarnya satu tokoh yang mati ,action dan pemikirannya dilakukan denagn amat serius dan respek pada setiap pribadi.Tragedi adalah suatu drama dinamakan tokoh utamanya didorong oleh keadaan atau pun kelemahan sendirikearah penderitaan,terutama penderitaan batin,dan akhirnya maut.
Drama tragedy adalah drama yang tokoh utamanya menemui akhir yang menyedihkan bahkan sering kalikehancuran,tragedy.

2.Drama komedi
Komedi ialah suatu drama yang tokoh-tokohnya berada dalam situasi humor dan berakhir dengan kebahagiaan.Komedi adalah kebahagiaan sandiwara gembira,lawan tragedy dan ditulis dengan gaya yang ringan yang sifatnya menghibur serta selalu berakhir dengan bahagia.
3.Drama Tragikomedi.
Tampaknya kedua jenis drama yang dikemukakan diatas,sekilas tampak berlawanan.namun,ada sebuah sajian drama yang justru menggabungkan dua kecandrungan sajian itu,yaitu menggabungkan antara tragedy dan komedi.
Drama tragikomedi adalah drama yang lakuan berakhir bahagia,meskipun alurnya terarah ke kata strof
4.Melodrama
Melodrama dalah bentuk drama yang masih berhubungan dengan tragedy,hanya kurang unsure tragedinya.Melodrama memungkinkan berakhir denaggan kebahagiaan dan berakhir denagan kesedihan.Melodrama adalah drama yang mula-mula berarti lakon romantik  yang disertai music yang dalam perkembangan kemudian berarti lakon dengan alur luas,dan sentimental.
5.Farce
Farce secarah umum  dapat diaktak sebagai sebuah drama yang bersifat karikatural sebagai kisahan,ia bercorak komedi,tetapi gelak yang muncul itu sendiri ditampilkan melalui ucapan dan perbuatan.
Tokoh dan insiden dalam suatu farce dapat dikatakan lebuh baik,lebih besar,lebih penting dari pada yang sebenarnya.Penekanan lebih di titik beratkan pada alur ketimbang pada penokohan karakterisasi.Ada pun cirri utama farce sebagai berikut:
1.Kejadian dan tokohnya mungkin terjadi dan ada,tetapi tidaklah begitu besar kemungkinannya;2) menimbulkan kelucuan seenaknya,yang tidak teratur dan tidak menentu,3).bersifat episodic hanya memerlukan kredibilitas atau penyakinan sementara terhadap espek-espeknya;dan 4). Segala sesuatu yang terjadi muncul dari situasi, bukan dari tokoh.
E.Beberapa Unsur Drama Sebagai Karya Sastra
Aristpteles menyatakan bahwa ada beberapa kaidah yang dituntut dalam sebuah drama,yaitu adanya ;kesatuan gerak (unity of action).kesatuan waktu (unity of time),dan kesatuan tempat (unity of place).
Aristoteles kemudian menambahkan enam unsure dasar utama drama yaitu,plot,peran,pikiran,dialog,music,dan tata pentas.Pendapat lain dikemukakan oleh adhyasmara (1983) bahwa unsure intrinsic drama adalah: plot,lakon drama/perjalanan cerita,karakter atau perwatakan,dialog,penampilan ruang dan waktu (setting) dan interpretasi kehidupan.Sebagai cerita,sastra drama memiliki unsure-unsur cerita (1) perwatakan,(2) dialog,(3)latar,(4) alur,(5) aneka sarana kesastraan dan kedramaan.
1.Tentang Alur (Plot)
Bila kita berpandangan bahwa karya sastra adalah sebuah struktur,maka plot atau alur harus mempunyai suatu  keutuhan (Wholeness).
Dalam pembicaraannya menyangkut alur,forster menjelaskan bahwa sebuah cerita sesungguhnya suatu narasi dan peristiwa-peristiwa yang disusun secarah kronologis..Denagn kata lain,cerita adalah suatu rantai motif-motif dalam urutan kronologis atau dalam hubungan waktu.Sedangkan alur merupakn suatu narasi dari berbagai peristiwa,akan tetapi dengan penekanan pada penyababnya.
Alur dari sebuah drama hampir sama dengan alur cerita rekaan,tahapannya biasa meliputi: tahap pertama,yaitu perkenalan,semacam pengantar dalam memahami jalinan cerita selanjutnya;tahap ke dua mulai muncul benih konflik;konflik mulai berlangsung secarah terbuak;suasana sampai pada klimaks yang menegangkan;ketegangan akhirnya dicoba di atas sebagai antiklimaks juga mencari jalan penyelesaian;dan penyelesaian pun dicapai.
2.Tokoh dan penokohan
Dalam pengertian prosa diatas umum tentang tokoh dan penokohan seperti pada bagian teori prosa diatas,antara prosa dan drama sama dengan arti drama sebagi teks sastra.Dilihat dari sudut karakter,dikenal istilah tokoh protagonist,tokoh antagonis.tokoh protogonis adalah tokoh yang memiliki peran utama dan merupakan pusat gerak alur dalam sebuah cerita.Tokoh antagonis merupakan tokoh yang berperan paradoks denagan tokoh utama atau lawan.Tokoh pembantu adalah tokoh yang tidak menduduki posisi sentral dalam sebuah drama dan hanya berfungsi sebagai pelaku pendukung pelaku utama.
Perwatakan adalah penampilan keseluruh cirri atau tipe jiwa seorang tipe dalam cerita drama tersebut.bagi pengarang yang berpengalaman,tokoh cerita terutama tokoh penting biasanya memiliki watak khas yang tergambar dengan saksama.
3.Dialog
Dialog (dalam bahasa Belanda dialog)adalah percakapan antar dua orang tokoh atau lebih dalam lakon dan harus memenuhi dua hal,yaitu pertama, dialog harus dapat mempertinggi nilai gerak.Seorang dramawan haruslah dapat berbuat lebih banyak.Selain dari membuat dialognya menarik hati,dia harus pula membuatnya baikdan wajar selalu.Dialog itu hendaknya dipergunakan untuk mencerminkan apa-apa yang telah terjadi selama pementasan dan juga harus mencerminkan pikiran dan perasaan para tokoh yang turut berperan dalam lakon itu.
Kalau irama dan idiom percakapan yang actual telah dikuasai benar,maka para penonton atau para peninjau merasa bahwa dialog-dialong itu adalah wajar,alamaih,tidak dibuat-buat dan menarik dialog sebagi unsur penting karya sastra dalam drama sekurang kurangnya terdiri atas dua orang tokoh.Dialog-dialong itu harus baik dan bermakna , alamiah,dan berdasarkan interaktif,serta kausal antara tokoh yang berdialog.selain itu,dialog dalam drama harus hidup dan menarik perhatian.
4.Latar (Setting)
Berbicara m,engenai latar (setting) selalu mencakup tigab aspek yaitu latar tempat,waktu,dan atmosfer.Dalam kaitan denagan latar sebuah drama;waktu dipahami sebagai tempat terjadinya lakuan di dalam karya sastra atau drama;dekor pemandangan yang dipakai dalam pementasan drama seperti pengaturan tempat kejadian,perlengkapan dan pencahayaan:tataan.Atmosfer dipahami sebagai suasana yang teregambar dalam karya sastra melalui penataan lata yang serasi denagan watak tokoh dan tema cerita (suasana).
BAB V
Karya sastra adalah media alternative yang dapat menghubungkan kehidupan manusia masa lampau,masa kini,dan masa yang kan datang,juga dapat berfungsi sebagai bahan informasi masa lalu yang berguna dalam upaya merancang peradaban manusia kea rah kehidupan yang lebih baik dan bergairah dimasa depan.
Sastra dalam arti modern di Indonesia masih merupakan gejala pikiran (marginal).jalan yang tampakn ya buntu ini juga terjadi di eropa,Australia serta Jepang;Dan satu satunya kemungkinan untuk menebusnya ialah kerja sama dan pembagian tugas antara serjana,guru,dan dengan seniman.
Strukturalisme memiliki tempat yang istimewa dalam study sastra,berkat usahanya menemukan sebuah model system sastra sebagai acuan eksternal untuk karya individual,dan selalu berusaha menemukan dasar study sastra seilmiah mungkin.aliran ini berpandangan bahwa setiap unik karya sastra dalam tatanannya selalu dilihat dalam kaitannya secarah menyeluruh dalam sisitem. Sedangakan Marxisme dan strukturalisme memberikan nilai tertenti dalam tanggapannya,teriutama yang berkaitan deengan masalah epistimologi,khusus relasi subjek kemanusiaan denagn presepsinya dan sisitem linguistic,demikian pila denagn dunia objektif.

BAB VI  KESIMPULAN DAN SARAN
Karya sastra adalah media alternative yang dapat menghubungkan kehidupan manusia masa lampau,masa kini,dan masa yang kan datang,juga dapat berfungsi sebagai bahan informasi masa lalu yang berguna dalam upaya merancang peradaban manusia kea rah kehidupan yang lebih baik dan bergairah dimasa depan. Sastra dalam arti modern di Indonesia masih merupakan gejala pikiran (marginal).jalan yang tampakn ya buntu ini juga terjadi di eropa,Australia serta Jepang;Dan satu satunya kemungkinan untuk menebusnya ialah kerja sama dan pembagian tugas antara serjana,guru,dan dengan seniman.
Strukturalisme memiliki tempat yang istimewa dalam study sastra,berkat usahanya menemukan sebuah model system sastra sebagai acuan eksternal untuk karya individual,dan selalu berusaha menemukan dasar study sastra seilmiah mungkin.aliran ini berpandangan bahwa setiap unik karya sastra dalam tatanannya selalu dilihat dalam kaitannya secarah menyeluruh dalam sisitem. Sedangakan Marxisme dan strukturalisme memberikan nilai tertenti dalam tanggapannya,teriutama yang berkaitan deengan masalah epistimologi,khusus relasi subjek kemanusiaan denagn presepsinya dan sisitem linguistic,demikian pila denagn dunia objektif.





RPP MATEMATIKA KELAS 5

30 09 2010

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
MATEMATIKA
KELAS  V
SEMESTER  1

Di susun oleh:
Abdul Talib,S.Pd

SDN NO.13 ALLU I
KEC.BANGKALA JENEPONTO
2010

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke        : 1
Alokasi Waktu    : 2 x 35 Menit

Standar  Kompetensi :  Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar     :  Melakukan operasi hitung bilangan bulat termasuk penggunaan sifat-sifatnya pembulatan dan penaksiran.

II.    Indikator                 :
Menggunakan sifat komutatif (pertukaran), assosiatif (pengelompokan), dan distributif dalam perhitungan

III.    Tujuan Pembelajaran        : Melakukan dan menggunakan 0perasi hitung bilangan bulat

IV.    Materi Ajar                : Operasi Hitung Bilangan Bulat

V.    Metode Pembelajaran         : Demonstrasi, Tanya Jawab, Deduktif, latihan, Ekspositori

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Mengingatkan kembali tentang macam-macam  bilangan bulat yang telah dipelajari pada kelas sebelumnya

Kegiatan Inti
Melakukan percobaan dengan menggunakan kancing berwarna-warni yang dapat membantu siswa memahami sifat-sifat operasi hitung yang dapat diambil dari kehidupan sehari-hari, misalnya : 5 kancing Merah + 4 Kancing Putih apakah sama dengan  4 kancing Putih + 5 Kancing Merah ? (sifat komutatif penjumlahan). Setelah selesai melakukan percobaan dan ditarik kesimpulan siswa di uji kemampuannya dengan mengerjakan soal latihan.

Kegiatan Akhir
Guru mengulang kembali kegiatan yang telah dilakukan memberikan kesimpulan kemudian memberikan  pekerjaanrumah dan menginformasikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 B Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    Kancing Baju
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis
VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
Isian

Instrumen
1.    50 + 17 = …….+…….
2.    –12 X 5 = …….+……
3.    12 + ( 14 + 70) = (….+….) + ….
4.    10 X (-19 X 5)   = (….+…) + ….
5.    –14 X (15 + 40) = (….X…,) + (….X….)
6.    dst.

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Permbelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke        : 2
Alokasi Waktu    : 2 x 35 Menit

Standar  Kompetensi :  Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar             :  Melakukan operasi hitung bilangan bulat termasuk penggunaan sifat-sifatnya pembulatan dan penaksiran.

II.    Indikator                 :
•    Membulatkan bilangan-bilangan dalam satuan , puluhan serta ratusan terdekat.
•    Menaksir hasil operasi hitung ( Menjumlahkan, mengurangkan, mengali dan membagi) dua bilangan.

III.    Tujuan Pembelajaran        : Melakukan dan menggunakan 0perasi hitung bilangan bulat

IV.    Materi Ajar                : Operasi Hitung Bilangan Bulat

V.    Metode Pembelajaran         :  Tanya Jawab, Ekspositori, latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Mengingatkan kembali tentang cara membulatkan bilangan bulat yang telah dipelajari pada kelas sebelumnya

Kegiatan Inti
Menjelaskan cara membulatkan bilangan dan menaksir  dengan menggunakan garis bilangan.

1       2        3       4      5       6     7      8      9     10

dibulatkan ke bawah            dibulatkan ke atas
Kemudian melakukan diskusi mengenai cara mennaksir hasil operasi hitung, setelah itu siswa diuji leterampilannya dalam, membulatkan dan menaksir hasil operasi hitung.

Kegiatan Akhir
Guru memberikan kesimpulan mengenai materi yang telah dibahas bersama-sama kemudian memberikan  pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 B Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis

VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
Isian

Instrumen
1.    7823 dibulatkan ke puluhan terdekat menjadi ………..
2.    5467 dibulatkan ke ratusan terdekat menjadi………….
3.    234   …………………
4.    1786  ………………..
5.    3456 + 456  ………
6.    567 X 4     ……….
7.    dst.

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Permbelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke        : 3
Alokasi Waktu    : 3 x 35 Menit

Standar  Kompetensi :  Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar             :
Menggunakan Faktor Prima untuk menentukan FPB dan KPK.

II.    Indikator                 :
•    Mampu Menyebutkan definisi FPB dan KPK.
•    Menggunakan faktorisasi prima untuk menentukan FPB dan KPK dari dua dan tiga bilangan

III.    Tujuan Pembelajaran        : Melakukan dan menggunakan 0perasi hitung bilangan bulat

IV.    Materi Ajar                : Operasi Hitung Bilangan Bulat

V.    Metode Pembelajaran         : Demonstrasi, diskusi, Ekspositori, deduktif, Tanya jawab, latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Memberikan permasalahan dalam kehidupan sehari hari yang berhubungan dengan FPB dan KPK.

Kegiatan Inti
•    Melakukan percobaan menggunakan benda disekitar  untuk membangun pemikiran siswa mengenai konsep FPB dan KPK, Misalnya dalam membagi  20 koin seratus dan 25 koin lima ratus sama rata membutuhkan berapa wadah? Berapakah jumlah masing-masing koin pada setiap wadahnya? (konsep FPB) atau menghitung jadwal keberangkatan kereta api kapan kedua kereta itu dapat pergi sama-sama? (konsep KPK) dll. Setelah diberikan permasalahan tersebut siswa berdiskusi membuat kesimpulan bersama-sama mengenai definisi FPB dan KPK.
•    Menjelaskan cara mencari  FPB dan KPK menggunakan faktorisasi prima, sebelumnya siswa diingatkan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan bilangan prima.
•    Siswa diuji keterampilan dan kemampuan  dengan mengerjakan soal-soal latihan.

Kegiatan Akhir
Guru mengulang kembali kegiatan yang telah dilakukan memberikan kesimpulan kemudian memberikan  pekerjaanrumah dan menginformasikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 B Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    Koin Logam , manilk-manik, jam beker dll
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis

VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
Isian

Instrumen

1.    Carilah FPB dan KPK dari 32 dan 60!
2.    Carilah FPB dan KPK dari 15, 25 dan 30!
3.    Carilah FPB dan KPK dari 12,16 dan 18 !
4.    Carilah FPB dan KPK dari 18,24 dan 32 !
5.    Carilak FPB dan KPK dari 36 dan 42 !

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Permbelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke        : 4
Alokasi Waktu    : 2 x 35 Menit

Standar  Kompetensi :  Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar             :
Melakukan Operasi Hitung Campuran bilangan bulat

II.    Indikator                 :
•    Membaca dan menulis bilangan bulat dalam kata-kata dan angka.
•    Menunjukan bilangan bulat dengan garis bilangan.
•    Melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.

III.    Tujuan Pembelajaran        : Melakukan dan menggunakan 0perasi hitung bilangan bulat

IV.    Materi Ajar                : Operasi Hitung Bilangan Bulat

V.    Metode Pembelajaran         :  Tanya Jawab, Ekspositori, latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Mengingatkan kembali tentang  konsep bilangan bulat dan contohnya.

Kegiatan Inti
•    Membuat garis bilangan, melakukan pengamatan apa saja yang terdapat pada garis bilangan tersebut, didiskusikan sampai memperoleh kesimpulan.
•    Menjelaskan cara menjumlahkan dan mengurangkan  dua bilangan bulat dengan garis bilangan. Setelah itu mendiskusikan cara menjumlahan dan mengurangkan bilangan bulat yang lain sampai didapat kesimpulan.
•    Siswa diuji keterampilan dan kemampuan  dengan mengerjakan soal-soal latihan.

Kegiatan Akhir
.Guru memberikan kesimpulan mengenai materi yang telah dibahas bersama-sama kemudian memberikan  pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 A Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    Koin Logam , manik-manik, dll
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis

VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
Isian

Instrumen

1.    – 234 ditulis………………..
2.    positif lima ratus empat puluh lima ditulis……………
3.    Buatlah diagram panahnya 4, -5,-3 –10!
4.    Buatlah diagram panah dari operasi 3 + – 10 = n!
5.    –34 + 20 =…………
6.    –20 – 30 = …………
7.    dst.

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Permbelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke        : 5
Alokasi Waktu    : 3 x 35 Menit

Standar  Kompetensi :  Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar             :
Melakukan Operasi Hitung Campuran bilangan bulat

II.    Indikator                 :
•    Melakukan Operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat.
•    Melakukan operasi hitung campuran bilangan bulat (penjumlahan, pengurangan,perkalian dan pembagian)
•    Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan bilangan bulat.

III.    Tujuan Pembelajaran        : Melakukan dan menggunakan 0perasi hitung bilangan bulat

IV.    Materi Ajar                : Operasi Hitung Bilangan Bulat

V.    Metode Pembelajaran         : Diskusi, Tanya Jawab, Ekspositori, Latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Mengingatkan kembali tentang  konsep bilangan bulat dan contohnya.

Kegiatan Inti
•    Melakukan diskusi kelas untuk menentukan sifat-sifat perkalian dan pembagian bilangan bulat. Guru memberikan kasus-kasus mengenai perkalian dan pembagian bilangan bulat, misalnya: bagaimanakah hasil dari …….
1.    (+) x (+)  contoh   4 x 5 =……
2.    (+) x (-)   contoh  3 x (-7) =….
3.    dst.
•    Memberikan beberapa kasus mengenai operasi hitung campuran terutama operasi hitung campuran  penambahan atau pengurangan dengan perkalian atau pembagian, setelah itu mengadakan  diskusi  kelas dan bersama-sama mencari kesimpulan. Bagaimanakah hasil dari:
Pengerjaan dari kiri                                                             Pengerjaan dari kanan
1.    (40 + 50) – 70 =             apakah hasilnya sama dengan         40 + ( 50 – 70)  =…
2.    (45 – 45) : 5    =             apakah hasilnya sama dengan          45 – (45 : 9)     = …
3.    (12 x 5) + 6     =             apakah hasilnya sama dengan           12 x ( 5 + 6)    = …
4.    dst.
Lalu kasus-kasus itu didiskusikan lalu bersama-sama mencari  aturan dasar dalam operasi hitung campuran.

•    Mengadakan percobaan dan diskusi kelas mengenai masalah-masalah yang berhubungan dengan bilangan bulat misalnya masalah jual beli dll.
•    Melakukan latihan soal  yang memecahkan bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Akhir
.Guru memberikan kesimpulan mengenai materi yang telah dibahas bersama-sama kemudian memberikan  pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 A Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis

VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
Isian  dan uraian

Instrumen

1.    – 20 X 45 = …..
2.    –450 : -9  = …….
3.    Kapal selam berada pada kedalaman 350 m dibawah permukaan laut, sebuak pohon kelapa berada pada ketinggian 320 m diatas permukaan air laut, berapakah perbedaan jarak antara kapal selam dan pohon kelapa itu?

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Permbelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke        : 6
Alokasi Waktu    : 3 x 35 Menit

Standar  Kompetensi :  Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar             :
Menghitung Perpangkatan dan akar sederhana

II.    Indikator                 :
•    Menuliskan pangkat dua sebagai perkalian berulang.
•    Melakukan operasi hitung yang melibatkan bilangan berpangkat dua

III.    Tujuan Pembelajaran        : Melakukan dan menggunakan 0perasi hitung bilangan bulat

IV.    Materi Ajar                : Operasi Hitung Bilangan Bulat

V.    Metode Pembelajaran         :  Tanya Jawab, Ekspositori, Latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi
Memberikan motivasi dan semangat dengan permainan atau cerita pendek.

Kegiatan Inti
•    Membuat tabel perkalian dari perkalian 1 sampai dengan 10 lalu beri warna bilangan yang dikalikan bilangan yang sama, melakukan diskusi dan bersama-sama menarik kesimpulan.
•    Menjelaskan cara melakukan operasi hitung bilangan berpangkat dua, memberikan beberapa permasalahan melakukantanya jawab dengan siswa. Contoh Permasalahan:
1.    82 + 4 2= (8 x 8) + (4 x 4)  apakah hasilnya sama dengan  82 + 4 2 = ( 8 + 4 ) 2
2.    62 x 52 = (6x 6) + (5 x 5)   apakah  hasilnya sama dengan  62 x 52 = (6 x 5 ) 2
Manakahyang benar?
•    Mengingatkan kembali tentang aturan baku operasi hitung campuran bilangan bulat.
•    Siswa diuji keterampilan dan kemampuan  dengan mengerjakan soal-soal latihan tremasuk soal operasi hitung campuran bilangan berpangkat dua.

Kegiatan Akhir
Guru meriview kembali mengenai materi yang telah disampaikan, memberikan pekerjaan rumah dan memberi tugas membaca materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 A Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis

VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
Isian

Instrumen
1.    Arti dari 52 ………..
2.    122 = ….x ….=….
3.    502  +  102 = ……
4.    602 : 202 – 102 =…….
5.    dst.

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Permbelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke        : 7
Alokasi Waktu    :  2 x 35 Menit

Standar  Kompetensi :  Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar             :
Menghitung Perpangkatan dan akar sederhana

II.    Indikator                 :
Melakukan penarikan akar  pangkat dua dari bilangan kuadrat.

III.    Tujuan Pembelajaran        : Melakukan dan menggunakan 0perasi hitung bilangan bulat

IV.    Materi Ajar                : Operasi Hitung Bilangan Bulat

V.    Metode Pembelajaran         :  Tanya Jawab, Ekspositori, Latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Mengulang sedikit materi tentang bilangan berpangkat dua dan hubungannya dengan penarikan akar pangkat dua.

Kegiatan Inti
•    Menjelaskan cara melakukan penarikan akar pangkat dua dengan beberapa cara, siswa dapat bebas memilih cara mana yang dimengerti untuk memecahkan permasalahan pada soal. Penarikan akar dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
1.    Faktorisasi Prima
2.    Cara Bersusun
3.    Cara Menaksir
•    Siswa diuji kemampuan dan keterampilannya dalam menarik akar pangkat dua termasuk soal latihan operasi hitung akar pangkat dua.

Kegiatan Akhir
Guru meriview kembali mengenai materi yang telah disampaikan, memberikan pekerjaan rumah dan memberi tugas membaca materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 A Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis
VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
Isian  dan uraian

Instrumen
1.     = …….
2.     = ……
3.      +    = ……..
4.      +    = ……..
5.      +    = ……..

Allu,……………………………2010
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Permbelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke    : 8
Alokasi Waktu    : 3 x 35 Menit

Standar  Kompetensi :  Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar             :
Menghitung Perpangkatan dan akar sederhana

II.    Indikator                 :
•    Membandingkan akar pangkat dua suatu bilangan dengan bilangan yang lain.
•    Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan pangkat dua dan akar pangkat dua.

III.    Tujuan Pembelajaran        : Melakukan dan menggunakan 0perasi hitung bilangan bulat

IV.    Materi Ajar                : Operasi Hitung Bilangan Bulat

V.    Metode Pembelajaran         :  Tanya Jawab, diskusi, Ekspositori, Latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Mengulang sedikit  materi tentang cara menarik akar pangkat dua.

Kegiatan Inti
•    Melakukan diskusi dan memecahkan permasalahan  soal-soal pada buku paket.
•    Menceritakan tentang manfaat dan kegunaan akar pangkat dua  dan bilangan pangkat dua dalam kehidupan sehari –hari lalu mencoba penerapannya dalam soal cerita.
•    Siswa diuji kemampuan dan keterampilannya Mengerjakan soal-soal latihan.

Kegiatan Akhir
Guru memberikan refleksi mengenai materi yang telah disampaikan, memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 A Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis

VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
Isian  dan uraian

Instrumen
Gunakan lah tanda >, < atau = pada titik-titik yang telah disediakan!
1.       +  …………………..35
2.      36 ……………………………
3.     –    ………………….

4.      Halaman sekolah Amir berbentuk persegi  dengan sisi 14 m. hitunglah luas halaman sekolah amin?
5.      Ibu membeli 12 lusin piring dan gelas. Berapa banyak jumlah piring dan gelas yang di beli ibu.
6.     Sawah Pak Karta berbentuk persegi panjang dengan luas 1024 m2. berapakah panjang sisi kebun Pak Karta?
7.    dst

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke        : 9
Alokasi Waktu    : 2 x 35 Menit

Standar  Kompetensi :  Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar             :
Menghitung Perpangkatan dan akar sederhana

II.    Indikator                 :
Memecahkan masalah sehari-hari dengan menggunakan FPB dan KPK.

III.    Tujuan Pembelajaran        : Melakukan dan menggunakan 0perasi hitung bilangan bulat

IV.    Materi Ajar                : Operasi Hitung Bilangan Bulat

V.    Metode Pembelajaran         :  Tanya Jawab, Ekspositori, Latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Mengulang kembali kesimpulan mencari FPB dan KPK.

Kegiatan Inti
•    Menceritakan kegunaan FPB dan KPK dalam kehidupan sehari-hari setelah itu melakukan percobaan dengan alat percobaan (manik-manik, Lonceng dll)
•    Siswa diuji kemampuan dan keterampilannya Mengerjakan soal-soal latihan.

Kegiatan Akhir
Guru memberikan refleksi mengenai materi yang telah disampaikan, memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 B Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis

VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
Isian  dan uraian

Instrumen
1.    Ani latihan karate 4 hari sekali, Adit latihan karate 5 hari sekali pada hari ke berapakah ani dan Adit latihan karate bersama-sama?
2.    ibu mempunyai lemper 24 buah dan bolu kukus sebanyak 60 buah yang akan disimpan dalam piring dengan jumlah lemper dan bolu kukus sama banyak, berapa banyak piring yang harus disediakan oleh ibu dan berapaka jumlah lemper dan bolu kukus ada masing-masing piring?
3.    dst.

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke        : 10
Alokasi Waktu    : 3 x 35 Menit

Standar  Kompetensi :  Mengunakan pengukuran waktu, jarak, dan kecepatan dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar             :
Menuliskan tanda waktu dengan menggunakan notasi 24 jam

II.    Indikator                 :
•    Menetukan tanda waktu dengan notasi 12 jam ( melibatkan keterangan pagi, sore atau malam.
•    Menentukan tanda waktu dengan notasi 24 jam.
•    Melakukan operasi hitung yang melibatkan satuan waktu seperti jam, hari, abad,

III.    Tujuan Pembelajaran        : Menuliskan tanda waktu

IV.    Materi Ajar                : Pengukuran (Waktu, sudut, Luas, Volum dan Satuannya)

V.    Metode Pembelajaran         :  Diskusi, Tanya Jawab, Ekspositori, Latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Membahas masalah Jam, Apa saja yang terdapat pada jam seperti jarum jam, jarum menit, jarum detik dll.

Kegiatan Inti
•    Melakukan percobaan dengan membuat jam mainan dari karton, memberikan permasalahan untuk didiskusikan sampai didapat kesimpulan. Setelah itu siswa diuji kemampuannya dengan memecahkan persoalan yang ada pada buku paket.
•    Siswa diuji kemampuan dan keterampilannya Mengerjakan soal-soal latihan.
•    Membahas macam-macam satuan waktu, mangadakan Tanya Jawab untuk menentukan operasi hitungnya sampai diperoleh suatu kesimpulan.
•    Siswa diuji kemampuan dan keterampilannya Mengerjakan soal-soal latihan

Kegiatan Akhir
Guru memberikan refleksi mengenai materi yang telah disampaikan, memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 B Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis
VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
Isian

Instrumen
Berilah keterangan pagi, siang , sore atau malam untuk no 1 s.d 4!
Contoh: Pukul 13.00 = Pukul 1 Siang
1.    Pukul 14.30 = …………
2.    Pukul 18.00 = …………
3.    Pukul 22.00 = …………
4.    pukul 24.00 = ………….
Carilah persamaannya untuk soal no 5 s.d 7
Contoh: Pukul 10.00 = Pukul 22.00
5.    Pukul 16.00 = …………..
6.    Pukul 07.00 = ……………
7.    Pukul 21.00 =…………….
8.    105 Hari = …………………….Minggu
9.    108 Tahun = ……Abad + ……..Tahun
10.    8 Jam + 55 detik = ……………….detik

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke    : 11
Alokasi Waktu    : 2 x 35 Menit

Standar  Kompetensi :  Mengunakan pengukuran waktu, jarak, dan kecepatan dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar             :   Melakukan operasi hitung satuan waktu

II.    Indikator                 :
•    Menentukan besar sudut yang ditunjukan oleh jarum jam.
•    Menentukan besar sudut dengan menggunakan alat (busur derajat), dan menaksir besar suatu sudut.

III.    Tujuan Pembelajaran        :  Pengukuran sudut

IV.    Materi Ajar                : Pengukuran (Waktu, sudut, Luas, Volum dan Satuannya)

V.    Metode Pembelajaran         :  Diskusi, Tanya Jawab, Ekspositori, Latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Membahas masalah Jam, Apa saja yang terdapat pada jam seperti jarum jam, jarum menit, jarum detik dll.

Kegiatan Inti
•    Mendiskusikan cara mencari besar sudut satuan pada jam dengan menggunakan miniatur jam yang telah dibuat sampai diperoleh kesimpulan setelah itu siswa diuji kemampuannya  mengerjakan soal-soal pada buku paket. Besar sudut satuan pada jam setiap 5 menit besarnya adalah 3600 : 12 = 15o.
•    Menjelaskan cara mengukur sudut dengan menggunakan busur derajat, mendiskusikan jenis-jenis sudut dan menentukan beberapa sudut acuan untuk menaksir besar sudut. Beberapa yang menjadi sudut acuan yaitu 300,450, 600, 900, 1200
•    Siswa diuji kemampuan dan keterampilannya Mengerjakan soal-soal latihan

Kegiatan Akhir
Guru memberikan Kesimpulan mengenai materi yang telah disampaikan, memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 B Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis

VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
Isian

Instrumen

1.    Sudut  terkecil yang dibentuk oleh pukul 14.30 adalah……
2.    Sudut terkecil yang dibentuk oleh pukul 09.20 adalah……
3.    Banyaknya sudut satuan yang dibentuk oleh pukul 07.40 adalah …………
4.    Banyaknya sudut satuan yang dibentuk oleh pukul 24.00 adalah….. ……
5.    Sudut  terkecil yang dibentuk oleh pukul Pukul 23.30 adalah …………..
6.    Ukurlah Besar sudut dibawah ini dengan menggunakan busur derajat!
7.

8.    Taksirlah besar sudut di bawah ini !

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke    : 12
Alokasi Waktu    : 2 x 35 Menit

Standar  Kompetensi :  Mengunakan pengukuran waktu, jarak, dan kecepatan dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar             :  Melakukan pengukuran sudut

II.    Indikator                 :
Menggambar sudut siku-siku, lancip dan tumpul dengan busur derajat.

III.    Tujuan Pembelajaran        : Melakukan pengukuran sudut

IV.    Materi Ajar                : Pengukuran (Waktu, sudut, Luas, Volum dan Satuannya)

V.    Metode Pembelajaran         :  Diskusi, Tanya Jawab, Ekspositori, Latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Mengingatkan kembali tentang macam-macam sudut.

Kegiatan Inti
•    Melakukan percobaan membuat sudut siku-siku, lancip, dan tumpul dengan menggunakan busur derajat, sebelumnya diskusi terlebih dahulu untuk menentukan langkah-langkah membuat sudut.
•    Siswa diuji kemampuan dan keterampilannya dalam menggambar macam-macam sudut.

Kegiatan Akhir
Guru meriview kembali  materi yang telah disampaikan, memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 B Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis

VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
Isian

Instrumen
1.    Buatlah sudut yang besarnya 200?
2.    Buatlah sudut yang besarnya 75o?
3.    Buatlah sudut yang besarnya 1050?
4.    Buatlah sudut yang besarnya 1350?
5.    Buatlah sudut yang besarnya 900?
6.    dst.

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke        : 13
Alokasi Waktu    : 3 x 35 Menit

Standar  Kompetensi :  Mengunakan pengukuran waktu, jarak, dan kecepatan dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar             :  Mengenal satuan jarak dan kecepatan

II.    Indikator                 :
•    Menentukan jarak jika waktu dan kecepatan diketahui.
•    Menentukan kecepatan jika jarak dan waktu diketahui.
•    Menentukan waktu jika jarak dan kecepatan diketahui.
•    Menentukan waktu keberangkatan dan waktu tiba
III.    Tujuan Pembelajaran        : Memahami satuan dimensi lebih dari satu

IV.    Materi Ajar                : Pengukuran (Waktu, sudut, Luas, Volum dan Satuannya)

V.    Metode Pembelajaran         :  Diskusi, Tanya Jawab, Ekspositori, Latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Menceritakan dalam kehidupan nyata mengenai kecepatan, jarak dan waktu.

Kegiatan Inti
•    Menjelaskan hubungan antara jarak, waktu dan kecepatan dengan diagram. Berdiskusi bersama-sama untuk menurunkan rumus mencari jarak, waktu dan kecepatan sampai diperoleh kesimpulan.
Bentuk diagram hubungan jarak, waktu dan kecepatan.

Jarak
:                                                            :

Waktu                                  x                             Kecepatan

•    Membahas beberapa soal secara bersama-sama mengenai kecepatan, jarak , waktu dan kecepatan  juga dalam menentukan waktu berangkat dan waktu tiba.
•    kemampuan siswa diiuji dengan mengerjakan soal-soal latihan pada buku paket.

Kegiatan Akhir
Guru memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan, memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 B Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis

VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
Isian

Instrumen
1.    Lama perjalanan = 3 jam. Kecepatan per jam= 45 km. Jarak = ………km
2.    Jarak = 140 km. Lama perjalanan = 4 jam. Kecepatan per jam = …..km
3.    Waktu berangkat 07.15. lama perjalanan 2 jam 12 menit. Waktu tiba pukul = ….
4.    dst

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke        : 13
Alokasi Waktu    : 2 x 35 Menit

Standar  Kompetensi         :  Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan waktu jarak dan kecepatan

I.    Kompetensi Dasar             :  Mengenal satuan jarak dan kecepatan

II.    Indikator                 :
Memecahakan kehidupan sehari-hari yang melibatkan jarak waktu dan kecepatan.

III.    Tujuan Pembelajaran        : Memahami satuan dimensi lebih dari satu

IV.    Materi Ajar                : Pengukuran (Waktu, sudut, Luas, Volum dan Satuannya)

V.    Metode Pembelajaran         :, Tanya Jawab, Ekspositori, Latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Mengulang kembali hubungan jarak, waktu dan kecepatan pada diagram.

Kegiatan Inti
•    Menceritakan kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan jarak, waktu dan kecepatan .
•    Membahas beberapa permasalahan tentang jarak, waktu dan kecepatan pada soal-soal latihan.
•    Siswa diuji kemampuan dan pemahamannya dengan mengerjakan soal-soal latihan.

Kegiatan Akhir
Guru memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan, memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 B Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis

VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
Uraian

Instrumen
1.    Pak Kabul pergi ke Surabaya naik kereta Agro Bromo, berangkat dari Jakarts pukul 07.00 malam. Kecepatan kereta api rata-rata 90 km. Jika jarak Jakarta Surabaya 900 km, pukul berapa kereta api tiba di Surabaya?

2.    Pak Darmo mengendarai mobil di jalan tol jago rawi. Ia berangkat dari Jakarta pukul 06.20 dan tiba di ciawi pukul 07.00. jika kecepatan mobil rata-rata 90 km per jam, berapa jarak yang ditempuh Pak Darmo?

3.    Sebuah pesawat terbang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 05.30 dan tiba di bandara Juanda pukul 07.00. Berapa km kecepatan pesawat terbang per jam, jika karak yang diitrmpuh 900 km?

4.    dst.

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke    : 14
Alokasi Waktu    : 3 x 35 Menit

Standar  Kompetensi         :  Menghitung luas bangun datar sederhana dan menggunakannya dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar             :  Menghitung luas trapesium dan layang-layang

II.    Indikator                 :
Menemukan rumus luas bangun datar: (trapesium, jajar genjang, belah ketupat dan layang-layang).
III.    Tujuan Pembelajaran        : Menurunkan dan menemukan luas bangun datar

IV.    Materi Ajar                : Pengukuran (Waktu, sudut, Luas, Volum dan Satuannya)

V.    Metode Pembelajaran         : Diskusi,Tanya Jawab, Ekspositori, Latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Mengenalkan dulu macam-macam bangun datar yang ada disekitar.

Kegiatan Inti
•    Melakukan percobaan untuk mencari rumus dengan mengambar bangun datar: (trapesium, jajar genjang, belah ketupat dan layang-layang) pada kertas berpetak, lalu dibentuk menjadi segitiga kemudian dicari luasnya yang kemudian diturunkan menjadi rumus bidang datar tersebut.
•    Membahas beberapa permasalahan dalam soal-soal latihan.
•    Siswa diuji pemahamannya dengan mengerjakan soal-soal latihan tentang bangun datar (trapesium, jajar genjang, belah ketupat dan layang-layang) .

Kegiatan Akhir
Guru memberikan kesimpulan materi yang telah didiskusikan, memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 B Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis

VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
isian

Instrumen
1.
5 cm                                                                    22 cm
7 cm

12 cm                                                     34 cm
d1 = 25 cm                                                   d1 = 16 cm
d2 = 30 cm                                                   d2 = 12 cm

Hitunglah luas bangun di atas!

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke    : 15
Alokasi Waktu    : 2 x 35 Menit

Standar  Kompetensi         :  Menghitung luas bangun datar sederhana dan menggunakannya dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar             :  Menghitung luas trapesium dan layang-layang

II.    Indikator                 :
Menentukan luas bangun datar dengan memanfaatkan rumus segitiga.

III.    Tujuan Pembelajaran        : Menurunkan dan menemukan luas bangun datar

IV.    Materi Ajar                : Pengukuran (Waktu, sudut, Luas, Volum dan Satuannya)

V.    Metode Pembelajaran         : Diskusi,Tanya Jawab, Ekspositori, Latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Mengingatkan kembali Rumus mencari segitiga yang telah dipelajari pad kelas sebelumnya.

Kegiatan Inti
•    Membahas cara menggunakan rumus segitiga untuk mencari luas bangun datar (trapesium, jajar genjang, belah ketupat dan layang-layang). Menggambar dulu bangun datar yang akan dihitung, lalu bangun datar tersebut dibagi 2 atau 4 buah segitiga (sesuai kemampuan bangun datarnya). Misalnya:
Trapesium dapat dibuat 2 buah segitiga yang
I                                sama besarnya. Luas segitiga I dan II dihitung
II                   dengan menggunakan rumus segitiga.

•    Membahas bersama-sama permasalahan yang ada pada soal-soal latihan.
•    Siswa diuji kemampuan dan pemahamannya mengerjakan soal-soal latihan pada  buku paket.

Kegiatan Akhir
Guru memberikan kesimpulan materi yang telah didiskusikan, memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 B Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis

VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
Uraian

Instrumen
1.     Gunakan rumus segitiga untuk mencari luas bangun di bawah ini
10  cm

12  cm
13 cm
20 cm
24 cm
d1 = 16 cm                                                   d1 = 23 cm
d2 = 20 cm                                                   d2 = 20 cm

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke    : 16
Alokasi Waktu    : 3x 35 Menit

Standar  Kompetensi         :  Menghitung luas bangun datar sederhana dan menggunakannya dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar             :  Menghitung luas trapesium dan layang-layang

II.    Indikator                 :
Menemukan rumus mencari tinggi, alas bangun datar trapesium, jajar genjang, belah ketupat dan layang-layang) dengan cara menurunkan dari rumus pokok.

III.    Tujuan Pembelajaran        : Menurunkan dan menemukan luas bangun datar

IV.    Materi Ajar                : Pengukuran (Waktu, sudut, Luas, Volum dan Satuannya)

V.    Metode Pembelajaran         : Tanya Jawab, Ekspositori, Latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Mengingatkan kembali Rumus mencari luas bangun datar (trapesium, jajar genjang, belah ketupat dan layang-layang) yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

Kegiatan Inti
•    Membahas cara menurunkan rumus mencari alas dan tinggi bangun datar sederhana dari rumus luas masing-masing bangun datar.
•    Membahas bersama-sama permasalahan yang ada pada latihan soal.
•    Siswa diujikemampuan dan pemahamannya dengan  mengerjakan soal latihan.

Kegiatan Akhir
Guru memberikan kesimpulan materi yang telah didiskusikan, memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 B Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis

VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
isian

Instrumen
5 cm        Luas = 120 cm2
Luas = 50 cm2

12  cm
t =…
a = …..
d1 = ….                        10 cm                      d1 = 15 cm
d2 = 20 cm                                                   d2 = …..
Luas = 250 cm2

Luas =105 cm2

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke        : 17
Alokasi Waktu    : 3 x 35 Menit

Standar  Kompetensi         :  Menghitung luas bangun datar sederhana dan menggunakannya dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar         :  Menghitung luas trapesium dan layang-layang

II.    Indikator                 :
•    Menentukan rasio kelilling dan diameter lingkaran.
•    Menemukan rumus dan menggunakan rumus keliling lingkaran dalam perhitungan.
•    Menemukan secara praktis rumus luas lingkaran.

III.    Tujuan Pembelajaran        : Menurunkan dan menemukan luas bangun datar

IV.    Materi Ajar                : Pengukuran (Waktu, sudut, Luas, Volum dan Satuannya)

V.    Metode Pembelajaran         : Diskusi, Tanya Jawab, Ekspositori, Latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Membahas masalah  pengertian keliling, rumus keliling persegi dan persegi panjang juga lingkaran.

Kegiatan Inti
•    Siswa diberikan satu kasus untuk mencari rasio perbandingan keliling dengan diameter dengan lingkaran  yang diameternya  berbeda-beda. Dibuka forum diskusi kelas sampai didapat kesimpulan.
•    Melakukan percobaan dengan membuat bentuk lingkaran pada karton, lalu lingkaran itu dibagi menjadi 16 bagian kemudian dibentuk menjadi persegi panjang dengan menggunakan rumus persegi panjang akan didapat rumus luas lingkaran.
•    Membahas permasalahan secara bersama-sama pada soal-soal latihan agar  siswa lebih paham lagi mengenai luas dan keliling lingkaran.
•    Menguji keterampilan siswa dengan mengerjakan soal=soal latihan tentang luas dan keliling lingkaran.

Kegiatan Akhir
Guru meriview kembali materi yang telah didiskusikan, memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 B Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis

VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
isian

Instrumen

1.     Hitunglah keliling dan luas lingkaran di bawah ini

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke    : 18
Alokasi Waktu    :  2 x 35 Menit

Standar  Kompetensi         :  Menghitung luas bangun datar sederhana dan menggunakannya dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar             :  Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar

II.    Indikator                 :
Memecahkan masalah sehari-hari yang berhubungan dengan luas bangun datar

III.    Tujuan Pembelajaran        : Menurunkan dan menemukan luas bangun datar

IV.    Materi Ajar                : Pengukuran (Waktu, sudut, Luas, Volum dan Satuannya)

V.    Metode Pembelajaran         : Tanya Jawab, Ekspositori, Latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Mengingatkan kembali macam-macam rumus bangun datar (trapesium, jajar genjang, belah ketupat dan layang-layang).
Kegiatan Inti
•    Mengadakan Percobaan mengukur benda-benda sekitar yang berbentuk trapesium, jajar genjang, belah ketupat dan layang-layang kemudian setelah itu  luas benda tersebut di hitung.
•    Diadakan diskusi pembahasan hasil percobaan dan pengamatan siswa terhadap benda-benda sekitar.
•    Membahas permasalahan secara bersama-sama soal cerita tentang luas bangun datar.
•    Menguji keterampilan siswa dengan mengerjakan soal-soal latihan.

Kegiatan Akhir
Guru meriview kembali materi yang telah didiskusikan, memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 B Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis

VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
Uraian

Instrumen
1.    Sebidang tanah berbentuk trapezium. Sisinya 24 m dan 28 m. jika tngginya 13 m. berapa are luas tanah itu?
2.    Tiara membuat model jajaran genjang dari karton. Alasnya 27 cm dan tingginya sepertiga alasnya. Berapa cm2 karton yang dibutuhkan?
3.    Meja makan Bu Citra berbentuk lingkaran. Seluruh permukaan meja ditutupi kaca. Jika jari-jari meja makan itu 35 cm. Hitunglah luas kaca yang menutupi  meja makan tersebut?
4.    dst.

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke    : 19
Alokasi Waktu    :  3 x 35 Menit

Standar  Kompetensi         : Menghitung volum kubus dan balok dan menggunakannya dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar              : Menghitung volum kubus dan balok

II.    Indikator                 :
•    Menemukan rumus kubus dan balok.
•    Menemukan rumus mencari panjang, lebar dan tinggi pada balok juga sisi pada kubus .

III.    Tujuan Pembelajaran        : Menurunkan dan menemukan luas bangun ruang
IV.    Materi Ajar                : Pengukuran (Waktu, sudut, Luas, Volum dan Satuannya)

V.    Metode Pembelajaran         : Diskusi, Tanya Jawab, Ekspositori, Latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Mengenalkan macam-macam bangun ruang misalnya ruangan kelas, kotak kapur, penghapus papan tulis yang berbentuk balok, dan benda-benda lain yang berbentuk kubus.

Kegiatan Inti
•    Berdiskusi untuk mencari perbedaan bangun datar dan bangun ruang setelah di dapat kesimpulan baru melakukan percobaan untuk mencari volum kubus dan balok dengan menggunakan kubus satuan.
•    Menjelaskan cara mencari panjang, lebar, tinggi pada balok dan sisi pada kubus dengan cara menurunkan dari rumus pokok.
•    Membahas permasalahan yang ada pada soal latihan mengenai volum kubus dan balok secara bersama-sama.
•    Menguji keterampilan siswa dengan soal-soal latihan volum kubus dan balok.

Kegiatan Akhir
Guru meriview kembali materi yang telah didiskusikan, memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 B Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis

VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
1sian

Instrumen

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke        : 20
Alokasi Waktu    :  30 x 35 Menit

Standar  Kompetensi         : Menghitung volum kubus dan balok dan menggunakannya dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar              : Menghitung volum kubus dan balok

II.    Indikator                 :
•    Menemukan rumus tabung dan prisma tegak.
•    Menemukan rumus tinggi, alas pada prisma tegak, jari-jari, diameter, tinggi pada prisma tabung dengan cara menurunkan dari rumus pokok.

III.    Tujuan Pembelajaran        : Menurunkan dan menemukan luas bangun ruang
IV.    Materi Ajar                : Pengukuran (Waktu, sudut, Luas, Volum dan Satuannya)

V.    Metode Pembelajaran         : Diskusi, Tanya Jawab, Ekspositori, Latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Mengenalkan macam-macam bangun ruang berbentuk tabung dan prisma tegak.

Kegiatan Inti
•    Mengadakan diskusi untuk mencari rumus  volum tabung dan macam-macam volum prisma tegak, memberikan arahan-arahan  untuk mencarinya dengan  cara menurunkan rumus.
•    Memberikan arahan-arahan kepada siswa untuk mencari rumus tersebut, siswa berdiskusi untuk menemukannya setelah itu dibawa ke diskusi kelas sampai didapat kesimpulan.
•    Membahas permasalahan yang ada pada soal latihan mengenai volum tabung dan prisma tegak secara bersama-sama.
•    Menguji keterampilan siswa dengan soal-soal latihan volum tabung dan prisma tegak

Kegiatan Akhir
Guru meriview kembali materi yang telah didiskusikan, memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 B Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis
VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
1sian

Instrumen

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan Ke        : 21
Alokasi Waktu    :  3 x 35 Menit

Standar  Kompetensi         : Menghitung volum kubus dan balok dan menggunakannya dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar              : Menghitung volum kubus dan balok

II.    Indikator                 :
•    Mengenal dan menggunakan volum limas dan kerucut.
•    Menemukan rumus mencari tingi dan alas pada limas serta tinggi, jari-jari dan diameter pada kerucut dengan cara menurunkan dari rumus pokok.

III.    Tujuan Pembelajaran        : Menurunkan dan menemukan luas bangun ruang
IV.    Materi Ajar                : Pengukuran (Waktu, sudut, Luas, Volum dan Satuannya)

V.    Metode Pembelajaran         : Diskusi, Tanya Jawab, Ekspositori, Latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Mengenalkan macam-macam bangun ruang berbentuk limas dan prisma kerucut.

Kegiatan Inti
•    Mengadakan diskusi untuk mencari rumus volum kerucut dan macam-macam volum limas ,memberikan arahan-arahan untuk mencarinya dengan  cara menurunkan rumus.
•    Memberikan arahan-arahan kepada siswa untuk mencari rumus tersebut, siswa berdiskusi untuk menemukannya setelah itu dibawa ke diskusi kelas sampat didapat kesimpulan
•    Membahas permasalahan yang ada pada soal latihan mengenai volum limas dan kerucut secara bersama-sama.
•    Menguji keterampilan siswa dengan soal-soal latihan volum limas dan kerucut.

Kegiatan Akhir
Guru meriview kembali materi yang telah didiskusikan, memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.
VII.
VIII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 B Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis

IX.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
1sian

Instrumen

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran    : Matematika
Kelas/Semester    : V/ I
Pertemuan      Ke    : 22
Alokasi Waktu    :  2  x  35 Menit

Standar  Kompetensi         : Menghitung volum kubus dan balok dan menggunakannya dalam pemecahan masalah

I.    Kompetensi Dasar              : Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume kubus dan balok

II.    Indikator                 :
Memecahkan masalah sehari- hari yang berhubungan dengan volum bangun ruang

III.    Tujuan Pembelajaran        : Menurunkan dan menemukan luas bangun ruang
IV.    Materi Ajar                : Pengukuran (Waktu, sudut, Luas, Volum dan Satuannya)

V.    Metode Pembelajaran         : Diskusi, Tanya Jawab, Ekspositori, Latihan

VI.    Langkah-langkah Pembelajaran    :
Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi
Mengingatkan kembali macam-macam rumus bangun ruang .

Kegiatan Inti
•    Mengadakan praktek mengukur benda-benda sekitar (ruang kelas, halaman dll) yang berbentuk bangun ruang seperti kubus, balok, limas, prisma , kerucut dan tabung.
•    Membahas permasalahan yang ada pada soal cerita mengenai volum bangun ruang dalam kehidupan sehari-hari.
•    Menguji keterampilan siswa dengan soal berbentuk uraian.

Kegiatan Akhir
Guru meriview kembali materi yang telah didiskusikan, memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

VII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5 M.Khafid, Sutati Erlangga.
    Matematika SD untuk Kelas V Zaini.M.Sani dan Siti.M.Amin 5 B Esis
    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 5 Munawati Fitriyah Widya Utama
    White board, papan tulis, spidol, kapur dan penghapus papan tulis

VIII.    Penilaian
Teknik
Tes dan non tes

Bentuk
1sian
Instrumen

Allu,……………………………2010   .
Mengetahui
Kepala Sekolah                                           Wali Kelas. V

H.ABD RAHMAN.T,S.Pd                                                                  ABDUL TALIB, S.Pd
NIP. 197006101992101001                                                                   NIP.132 035 876





KURSUS PTK ONLINE

12 06 2010

Tim Bangkala  merasa  sangat beruntung dan berterima kasih  banyak kepada Tim ICT DBE 2 Sulawesi Selatan  Tim DBE 2 Jakarta atas terpilihnya  Gugus 2  Bangkala Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan  mengikuti Kursus PTK On Line yang dilaksanakan  di Solo tanggal  10  –  24  Januari 2010.Karena dengan program ini kami mendapatkan  pengetahuan yang tidak ternilai harganya,karena  saya menyadari bahwa ilmu itu mahal tetapi kali ini saya dapatkan secara gratis, bahkan di berikan fasilitas pendukung  bernilai puluhan juta rupiah .Saya menyadari sepenuhnya bahwa ucapan terima kasih tidak cukup tetapi harus di buktikan dengan kerja keras ,mendampingi guru guru dilapangan selama kurang lebih 4 bulan. Dalam mendampingi guru- guru pasti akan mengalami banyak kendala , tetapi tak ada jalan yang tak berujung , tak ada laut yang tak bertepi dan tak ada masalah yang tak terselesaikan. Jika ada kendala dilapangan ada Pak Mentor siap membantu , yang bisa di hubungi dengan telpon, SMS atau dengan Skype.Saya berharap program ini Sukses.





Hello world!

12 01 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!